Diposkan pada Uncategorized

Promosi

diskon (1)

Gak mau jadi manusia “kudet” gara-gara gak ada paket, gak ada pulsa atau bahkan pulsa listrik abis??????

Untuk menghindari itu semua WindUt Cell punya solusinya.

WindUt Cell menyediakan pulsa elektrik, pulsa listrik dan paket data dengan transaksi cepat harga bersahabat.

WindUt Cell melayani pembelian 24 Jam, jadi kalian gak perlu resah dan gelisah apabila kehabisan pulsa elektrik, pulsa listrik maupun paket data.

#tugaskuliah

#ekonomikreatif

#tugasekonomikreatif

Iklan
Diposkan pada Etika Bisnis

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan lingkungannya. Dalam hal ini, perusahaan perlu memperhatikan aspek-aspek apa yang harus dipenuhi untuk menjamin hubungan baik dengan lingkungannya. Hal inilah yang yang dikenal dengan pemenuhan kepentingan perusahaan atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan atas perusahaan yang bersangkutan. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah kewajiban organisasi untuk berbuat dengan cara tertentu yang ditujukan untuk melayani kepentingannya sendiri maupun kepentingan stakeholder.

Masalah yang akan dibahas disini dalam literatur etika bisnis diAmerika Serikat dikenal sebagai Corporate Social Responsibility atau Social Responsibility of corporation. Korporasi memilki arti yakni badan hukum. “Korporasi” berasl dari bahasa latin (corpus/corpora=badan) dan sebetulnya berarti “yang dijadikan suatu badan”. Korporasi justru tidak menunjukan organisasi yang mencari untung. Istilah yang berasal dari kekaisaran Roma ini, masih secara ekslusif untuk menunjukan badan hukum yang didirikan demi kepentingan umum. Kini secara spontan korporasi dimengerti  sebagai perusahaan, merupakan salah satu diantara sekian banyak bukti lain yang menunjukan betapa pentingnya  peranan bisnis dalam suatu masyarakat.

Dalam perkembangan istilah ini, “korporasi” masih tetap badan hukum. Dalam situasi sekarang,  perbedaan yang paling mencolok adalah antara badan hukum for profit & not for profit. Organisasi seperti Palang Merah Internasional tetap bisa disebut korporasi , meskipun statusnya  jelas nirlaba tetapi peranan-peranan nirlaba sangat terbatas, jika dibandingkan dengan oerganisasi atau perusahaan yang mendominasi kehidupan umum.

 

  1. Tanggung Jawab Legal dan Tanggung Jawab Moral Perusahaan

1.1 Tanggung jawab legal perusahaan

Perusahaan mempunyai tanggung jawab legal karena sebagai badan hukum ia memiliki status legal. Karena sebagai badan hukum, perusahaan mempunyai banyak hak dan kewajiban legal yang dimiliki juga oleh manusia perorangan dewasa, seperti menuntut di pengadilan, dituntut di pengadilan, mempunyai milik, mengadakan kontrak, dan lain-lain. Seperti subyek hukum yang biasa (manusia perorangan), perusahaan pun harus menaati peraturan hukum dan harus memenuhi hukumannya, bila terjadi pelanggaran.

Menurut Hakim Agung Amerika, Marshall, pada 1819: “suatu korporasi adalah suatu makhluk buatan, tidak kelihatan, tidak berwujud, dan hanya berada di mata hukum. Karena semata-mata merupakan ciptaan hukum, ia hanya memiliki ciri-ciri yang oleh akte pendiriannya diberikan kepadanya…….”.  Korporasi atau badan hukum memang tidak bisa dilihat. Sebab, korporasi tidak sama dengan orang-orang yang mendirikannya atau menjadi pimpinannya. Ciri-ciri yang ditentukan dalam akte pendirian korporasi, bisa mengakibatkan bahwa korporasi itu berperanan penting dan mempunyai dampak besar atas dunia sekelilingnya.

 

1.2 Tanggung jawab moral perusahaan

Supaya mempunyai tanggung jawab moral, perusahaan perlu berstatus moral atau dengan kata lain perlu merupakan pelaku moral. Pelaku moral (moral agent) bisa melakukan perbuatan yang kita beri kualifikasi etis atau tidak etis. Untuk itu salah satu syarat yang penting adalah memiliki kebebasan atau kesanggupan mengambil keputusan bebas.

Apakah perusahaan merupakan suatu pelaku moral atau tidak, adalah masalah yang sulit untuk dipecahkan. Ada argumen pro dan kontra. Di satu pihak harus diakui bahwa hanya individu atau manusia perorangan mempunyai kebebasan untuk mengambil keputusan, dan akibatnya hanya individu dapat memikul tanggung jawab. Tetapi di lain pihak sulit juga untuk menerima pandangan bahwa perusahaan hanyalah semacam benda mati yang dikemudikan oleh para manajer, seperti halnya dengan mobil atau kapal.

Menurut Peter French 1979: “corporations can be full-fledged moral persons and have whatever privileges, rights and duties as are, in the normal course of affairs, accorded to moral person”. Untuk mendukung pendapat itu Peter French mempunyai dua argumen. Pertama, ada keputusan yang diambil oleh korporasi yang hanya bisa dihubungkan dengan korporasi itu sendiri dan tidak dengan beberapa orang yang bekerja untuk korporasi tersebut. Misalnya, keputusan dua perusahaan untuk mengadakan merger. Kedua, korporasi melakukan perbuatan seperti itu dengan maksud yang bisa dihubungkan dengan korporasi itu sendiri dan tidak dengan beberapa orang yang bekerja di korporasi tersebut. Misalnya, memperbaiki posisi korporasi dalam kompetisi.

Banyak pengarang lain tidak menyetujui pendapat Peter French, dikarenakan bahwa keputusan selalu diambil oleh individu-individu walaupun atas nama korporasi dan tidak pernah oleh korporasi atau perusahaan, terlepas dari orang yang membentuk korporasi itu.

Tanggung jawab moral perusahaan hanya mempunyai makna teoritis saja dan tidak ada konsekuensi untuk praktek bisnis, sebab seandainya perusahaan sendiri terlepas dari orang-orang yang bekerja di dalamnya tidak merupakan pelaku moral dan karena itu tidak bisa memikul tanggung jawab moral, namun pimpinan perusahaan tetap merupakan pelaku moral dan akibatnya memikul tanggung jawab moral atas keputusan yang mereka ambil.

 

  1. Tanggung Jawab Ekonomis dan Tanggung Jawab Sosial

2.1 Tanggung jawab ekonomis

Tanggung jawab ekonomis perusahaan adalah usaha perusahaan agar kinerja ekonomisnya selalu baik.  Dalam kapitalisme liberalistis tanggung jawab itu dilihat sebagai profit maximization atau mendapat untung sebesar mungkin.modal yang ditanamkan di dalamnya harus diperoleh kembali dalam jangka waktu yang wajar (return on investment),bersama dengan laba yang wajar pula. Hal itu merupakan tanggung jawab ekonomis perusahaan. Tanggung jawab ekonomis ini mempunyai aspek sosial yang penting, kinerja setiap perusahaan menyumbangka kepada kinerja ekonomi nasional, demgam sendirinya memberi kontribusi yang berarti kepada kemakmuran masyarakat. Hal itu terutama kita sadari dalam keadaan krisis, bila terjadi banyak pemutusan hubungan kerja dan banyak perusahaan harus menghentikan kegiatannya.

 

2.2 Tanggung jawab sosial

Tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggan jawabnya terhadap masyarakat di luar tanggung jawab ekonomis, kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan demi suatu kegiatan sosial dengan tidak memperhitungkan untung atau rugi ekonomis. Hal itu bisa terjadi dengan dua cara, yaitu positif dan negatif. Secara positif, perusahaan bisa melakukan kegiatan yang tidak membawa keuntungan ekonomis dan semata-mata dilangsungkan demi kesejahteraan masyarakat atau satu kelompok di dalamnya. Contoh yang sering terjadi adalah penyelenggaraan pelatihan keterampilan untuuk pengangguran atau mendirikan panti asuhan untuk anak-anak yatim piatu. Jika perusahaan melibatkan diri dalam kegiatan serupa itu, ia hanya mengeluarkan dana dan tidak mendapat sesuatu kembali. Secara negatif, perusahaan bisa untuk menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang sebenarnya bisa menguntungkan dari segi bisnis, tetapi akan merugikan masyarakat. Kegiatan-kegiatan itu dapat membawa keuntungan ekonomis, tapi perusahaan mempunyai alasan untuk tidak melakukannya.

Contoh di bidang sosial hidup, misalnya bagi suatu pabrik kertas, yang paling menguntungkan dari segi ekonomis adalah membuang limbah industrinya ke dalam sungai saja. Setiap cara lain akan mengakibatkan biaya produksi naik, sehingga dari segi ekonomis menjadi tidak menarik. Membuang limbah industri itu di tempat lain akan memakan biaya transportasi yang besar. Membangun instalasi pengolahan limbah hingga menjadi cairan yang tidak berbahaya, akan memakan biaya yang lebih besar lagi. Dari segi ekonomis, jalan keluar yang paling efektif adalah membuang limbah ke dalam sungai. Satiap cara lain akan memberatkan pengeluaran bagi perusahaan, sehingga mengurangi keuntungan. Hanya saja, membuang limbah dalam sungai akan mengurangi banyak pihak lain. Masyarakat di sekitar pabrik tidak lagi bisa memanfaatkan air sungai umtuk kepentingan rumah tangga, seperti mandi atau cuci pakaian. Jika membedakan tanggung jawab sosial dalam arti positif dan dalam arti negatif, langsung menjadi jelas konsekuensinya dalam rangka etika bisnis memang memikul tanggung jawab dalam arti negatif karena tidak boleh melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat.

 

  1. Kinerja Sosial Perusahaan

Jika kita menyimak sejarah industri, memang ada pengusaha-pengusaha besar yang memperoleh nama harum bukan saja karna keberhasilannya dibanding bisnis tetapi juga sebagai filantrof. Mereka mempraktekkan filantrofi terhadap karyawan mereka sendiri dan terhadap masyarakat luas.

Filantropi (bahasa Yunani: philein berarti cinta, dan anthropos berarti manusia) adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain.

Beberapa alasan mengapa bisnis menyalurkan sebagian dari labanya kepada karya amal melaui yayasan independen. Alasan pertama berkaitan dengan kenyataan bahwa perusahaan-perusahaan itu berstatus publik. Sebagaimana telah ditekankan oleh  Ilton Friedman, memang tidak bisa dibenarkan bila para manajer melakukan karya amal dengan kekayaan yang bukan miliknya sendiri. Tetapi rapat umum para pemegang saham dapat menyetujui bahwa sebagian dari laba tahunan disisihkan untuk karya amal melalui yayasan khusus. Dan hal itulah yang kini sering terjadi.

Walaupun yayasan serupa itu banyak berbuat baik kepada masyarakat, tidak bisa dikatakan juga bahwa dengan ini mereka mempraktekkan bahwa tanggungn jawab sosial dalam arti positif. Kegiatan-kegiatan karitatif mereka tidaklah altruistis begitu saja, karena biasanya tidak dilakukan tanpa pamrih. Mereka mempunyai maksud tertentu, khususnya meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat, baik masyarakat didekat pabriknya maupun masyarakat luas. Sebagaimana tanggung jawab ekonomis perusahaan mempunyai suatu aspek moral, demikian pun yang disebut “tanggung jawab sosial” ini mempunyai suatu aspek ekonomis dan karenanya tidak lagi merupakan tanggung jawab sosial secara murni. Contoh dalam negri adalah fasilitas bus yang disediakan oleh perusahaan jamu bagi penjual jamu gendong maupun warungan di jakarta, supaya dapat mudik lebaran ke Jawa Tengah. Dengan demikian mereka memperkuat jalur pemasaran mereka yang tidak resmi ini, sekaligus memperbaiki citra perusahaan dimata masyarakat.

Kini upaya meningkatkan citra perusahaan dengan mempraktekkan karya amal sering disebut corporate social performance, “kinerja sosial perusahaan”. Perusahaan tidak saja mempunyai kinerja ekonomis, tetapi juga kinerja sosial. Disadari betul bahwa bagi  perusahaan masih ada hal lain yang perlu diperhatikan dari pada memperoleh laba sebesar mungkin. Tidak kalah penting nya mempunyai hubungan baik dengan masyarakat di sekitar pabrik dan dengan masyarakat umum, karena kinerja ekonomis perusahaan langsung terancam kalau hubungan baik itu tidak terjamin. Untuk mencapai tujuan itu, perlu kesediaan perusahaan untuk menginvestasi dana dalam program-program khusus. Di Indonesia kita hanya dapat mengharapkan bahwa bisnis akan semakin memahami pentingnya kinerja sosial perusahaan. Dan perusahaan lebih kecil pun dapat memperoleh banyak manfaat, jika kinerja sosial dimasukan dalam agenda usaha mereka.

Upaya kinerja sosial perusahaan tidak patut dikategorikan sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dalam arti positif. Alasannya kinerja sosial itu tidak pernah dilakukan tanpa pamrih. Tujuan terakhir kinerja sosial adalah mengamankan perolehan untung. Dalam bahasa inggris hal ini dirumuskan dengan bagus: tujuan kinerja sosial adalah doing well by doing good  (lebih maju dengan berbuat baik). Bahkan kasus yang di ajukan sebagai contoh perilaku berkeutamaan dari perusahaan farmasi Merck mudah dapat ditempatkan dalam konteks kinerja sosial ini. Bagaimana pun, Merck sudah menginvestasi banyak dana dalam upaya dalam mengembangkan obat Mectizan itu. Ketika ternyata tidak bisa dibeli oleh masyarakat Afrika yang membutuhkannya, Merck sendiri membagi obat ini  dengan gratis di tempatnya. Dengan demikian mereka seolah-olah mengkonversi kerugiaan yang tidak bisa dihindarkan didalam keuntungan, karena mereka sempat meningkatkan nama baik di mata masyarakat. Dan reputasi yang baik tentu merupakan aset yang sangat berharga baik sebuah perusahaan. Dengan cara yang sama kewajiban perushaan untuk tidak merusak lingkungan hidup artinya tanggung jawab sosial dalam arti negatif  bisa diperluas lagi menjadi kinerja sosial dengan secara positif memperjuangkan kualitas lingkungan hidup dan mendukung segala kampanye anti-polusi.

 

  1. Studi Kas (Susu Formula Nestle)

Hanya sebagian kecil dari ibu-ibu muda tidak bisa menyusui anaknya sendiri. Untuk membantu mereka, pada akhir abad ke-19 dikembangkan susu formula sebagai pengganti air susu ibu (ASI). Tetapi karena berbagai alasan, lama kelamaan semakin banyak ibu mulai memberi susu botol kepada bayinya. Di Amerika Serikat, antara 1950-1970 hanya sekitar 22% ibu-ibu masih memberi ASI kepada bayinya. Jadi, sekitar 78% memberi susu formula. Industri susu formula menjadi bisnis yang penting. Tetapi sekitar pertengahan 1970-an kebiasaan ini mulai berubah. Diperkirakan, sekitar 1978 presentasi ibu-ibu yang memberi susu formula berkurang sampai 50%. Alasannya, secara ilmiah telah terbukti bahwa ASI jauh lebih baik untuk kesehatan bayi. Penyusutan pasar ini tentu merupakan pukulan berat untuk produsen susu formula. Mereka mencari jalan keluar dengan memasarkan produknya di dunia ke-3. Usaha ini dipelopori oleh Nestle, suatu korporasi Multinasional terbesar dibidang produksi makanan, yang berasal dari Swiss. Diadakan kampanye promosi besar-besaran, yang menurut banyak pengamat melanggar etika. Dalam kampanye itu dipergunakan iklan seperti “Ibu modern tahu yang terbaik untuk bayinya, yaitu susu formula Nestle”, “Ibu yang menyayangi anaknya tentu memberi susu formula Nestle”. Disamping itu dibagi sample kepada dokter, bidan, atau petugas kesehatan lain untuk disalurkan kepada ibu-ibu baru. Dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis anak diberi hadiah, jika mereka mempromosikan susu formula Nestle kepada pasiennya. Wanita muda berpakaian perawat dikirim ke desa-desa untuk mempromosikan susu formula. Dimata banyak ibu dari dunia ke-3, apa yang berasal dari Amerika Serikat atau negara barat lain tentunya paling baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi mereka, padahal yang paling baik adalah ASI mereka sendiri. Jika ASI sudah lebih sehat di Amerika, apalagi di dunia ke-3. Menurut para ahli gizi, terutama ada lima alasan untu memberi ASI kepada bayi di negara-negara berkembang.

  1. Dari segi ekonomi: Memberi susu botol akan menambah beban bagi keluarga yang sudah miskin; lebih baik uang dipakai untuk meningkatkan gizi dari ibu-ibu yang menyusui.
  2. Pencegahan infeksi: Melalui ASI bayi mendapat antibodi.
  3. ASI lebih bergizi; susu formula yang paling bermutupun kalah dengan ASI.
  4. ASI lebih higienis; air yang ditambah pada bubuk susu sering terkontaminasi atau botol dan dot tidak bersih.
  5. Dengan memberi ASI dikurangi risiko untuk kehamilan baru.

Alasan-alasan ini amat meyakinkan untuk memberi ASI kepada bayi di negara-negara berkembang. Karena itu kampanye promosi Nestle ini menimbulkan kemarahan banyak orang. Beberapa LSM mengadakan aksi melawan perusahaan Nestle, antar lain dengan menyebarkan di berbagai negara brosur berjudul Nestle kills babies, jutaan orang dari puluhan negara bergabung dalam The international Nestle boicot yang memboikot semua produk Nestle dan berlangsung selama 6,5 tahun. Boikot ini diselenggarakan oleh The infant formula action coalition (Infact).

Pada Mei 1981, dalam worth heath assembly yang diselenggarakan oleh WHO dan UNICEF, diterima sebuah kode etik pemasaran susu formula yang disebut International code of marketing for breastmilk subtitutes. Dalam pemungutan suara, dari 119 wakil negara yang hadir, hanya satu menolak, yaitu Amerika Serikat, yang pada waktu itu dipimpin oleh Presiden Ronald Reagan. Kode etik yang meliputi delapan halaman ini melarang setiap cara pemasaran yang tidak mengakui dengan jelas keunggulan ASI diatas susu formula. Tetapi kesulitannya adalah bahwa pelaksanaannya tidak bisa diberikan sanksi dan interpretasi otentik kalau tidak dijadikan peraturan hukum oleh masing-masing negara. Lama-kelamaan Nestle dapat menerima semua ketentuan, dan pada 26 Januari 1984 boikot internasional dihentikan oleh Infact. Nestle malah menjadi produsen susu formula yang pertama menghilangkan gambar bayi montok dari kaleng produknya. (Sumber: Th. Donaladson / P. Werhane (eds.), ethical issues in business, hlm.187-199; w.shaw/v.barry (eds.), moral issues in business, hlm.227-231)

Diposkan pada Agama Islam

Proses Penciptaan Manusia

Proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan dalam Alquran surat al-Mu’minun ayat 12-14. ”Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….”

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim. Tahap pertama penciptaan janin disebut Sulalah dimulai dari saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “ Sulalah”.

Menurut riset yang telah diteliti oleh para ahli sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang mencapai jutaan sperma. Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi ovum dari wanita.

Tahap kedua disebut Alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (‘Alaqoh). ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah). Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.

Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam kelanjutan surat al-Mukminun dijelaskan ”Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging”.

Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang”. Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat – alat fotografi.

Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging…” Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.

Tahap keenam adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..” Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”. Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.

Dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).

Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga akhirnya melahirkan diusia kehamilan sembilan bulan. Sungguh Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Diposkan pada Uncategorized

CARA MENGHEMAT KUOTA MODEM

Ini ada cara buat hemat kuota modem…. hehehehe

  1. Matikan extension atau add-ons pada browser
  2. Tutup tab yang tidak digunakan
  3. Hindari download atau upload
  4. Matikan Update Otomatis
  5. Pakai mobile view jika diperlukan. Contohnya (m.facebook.com)
  6. Hindari video chatting
  7. Hindari main game online
  8. Hindari nonton you tube
  9. Buat blogger hindari aplikasi analisis web
  10. Tunda akses browsing
Diposkan pada Uncategorized

MODIFIKASI TAMPILAN ERROR PROXY “ACCESS DENIED”

  1. Buka direktori ke cd /usr/share/squid/errors/English (PERHATIAN : Besar kecil huruf sangat berpengaruh di debian)
  2. Edit halaman default proxy nano ERR_ACCESS_DENIED
  3. Cari dengan menggunakan Ctrl+W lalu ketik Access Denied.
  4. Ganti kata Access Denied. dengan kata sesuka anda kemudian simpan
  5. Restart squid dengan cara service squid restart
  6. Cek apakah sudah jadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Jika sudah  jadi maka tulisan Access Denied. berubah sesuai kata yang anda buat……………………… 🙂
  7. Sekian dan selamat mencoba……………… Salam 227 Guys 🙂
Diposkan pada Uncategorized

CARA MENGHEMAT BATERAI LAPTOP “WINDOWS 7”

Windows 7 dilengkapi dengan pilihan untuk menghemat baterai pada taskbar kanan bawah. Ketika laptop Anda berjalan dalam modus baterai, Anda dapat melihat indikator baterai pada kanan bawah desktop Anda.

Baterai Windows Laptop

Klik pada baterai, dan di pop-up pilih Power Saver mode. Efek Windows Aero akan memakan umur baterai secara cepat. Maka dengan modus power saver, Windows akan mematikan fasilitas efek Windows aero, dan juga akan melakukan beberapa tweak untuk mengurangi konsumsi baterai.

Baterai Windows LaptopKetika mencolokan adaptor charger pada laptop Anda, ada baiknya untuk men-swich kembali pada mode balance.

Diposkan pada Mandarin

Belajar Bahasa Mandarin

1. Wo ai ni ( wo ai ni ) 我 爱 你 Aku cinta kamu
2.Wo ye ai ni ( wo ye ai ni)我 也 爱 你 Aku juga cinta kamu
3. Zhu ni shengri kuai le…! ( cu ni shengre khuai le’)祝你生日快乐 Selamat ulang tahun…!
4. Zhu ni xinnian kuai le…! ( cu ni sin nien khuai le’) 祝你新年快乐 Selamat tahun baru…!
5. Huanying guanying…! ( huan ing kuan ing) 欢迎观影 Selamat datang…!
6. Ni hao…! ( ni hao ) 你好 Hai…!
7. Ni hao ma….? ( ni haow ma…?)你 好 吗….? Bagaimana kabar mu…?
8. Wo hen hao, ni ne..? ( wo hen haow, ni ne…?) 我 很 好,你呢?Saya baik – baik saja, dan kamu…?
9. Hao jiu bu jian, zuijin zenmeyang..? ( haow jiu pu jien, zuicin zemeyang…?)好久不见,最近怎么样?Lama tidak lihat kamu, bagaimana kabar akhir – akhir ini?
10. Zao an…! ( cao an …!) 早安…! Selamat pagi
11. Zhong wu hao…! ( chong uw haow…!) 中午好。。。! Selamat siang
12. Xiawu hao…! ( sia uw haow…!) 下午好 Selamat sore
13. Wanshang hao…! ( wansang haow…!) 晚上好 Selamat malam
14. Zai jian …! ( cai jien ) 再见 Sampai jumpa lagi.
15. Qing wen…! ( jing wen…! ) 请问 Permisi Tanya…!
16. Qing ni xiao xin ( jing ni siao sin) 请你小心 Kamu, hati-hati ya…!
17. Man – man zou…! ( Man-man cou…!) 慢慢走 Jalan pelan – pelan
18. Mingtian women jian mian hao ba…! ( mingtien women jien mien haow pa…!) 明天 我们 见面 好吧 Besok kita ketemuan ya…!
19. Yihou wo gei ni da dianhua…! ( iihaow wo kei ni ta tienhua…!) 以后我给你打电话 Ntar..! aku telpon kamu.
20.Gei wo fa duan xin…! ( kei wo fa tuan sin…!) 给我发短信 Kirim aku sms dong…!
21. Jintian wanshang women kan dianying hao ma…? ( jintien wanshang women khan tien-ing haow ma?) 今天晚上我们看电影好吗。。。?ntar malam kita nonton bioskop yuk…!
22. Qing ni bang wo zhaoxiang…! ( jing ni pang wo zaosiang…!) 请你帮我朝向 Tolong foto aku dong…!
23. Qing jin, qing zuo…! ( jing cin, qing cuo…! )请进,请坐 Silahkan masuk, silahkan duduk…!
24. Xie-xie…! ( sie – sie )谢谢 Terima kasih
25. Dui bu qi ( tuie pu ji) 对不起 Maaf ya…!
26. Mei guanxi….! (mei kuan si…!) 没关系 Tidak masalah…!
27. Wo hen gaoxing…! ( wo hen kaosing…!) 我很高兴 Saya sangat senang sekali
28. Ni hen pioliang …! ( Ni hen phioliang) 你很漂亮 Kamu cantik sekali
29. Ni hen suai …! ( ni hen suai…!) 你很素爱 Kamu tampan sekali
30. Ni jiao shenme mingzi…? ( ni jiao shem me mingce…?) 你叫什么名字。。。?Siapa nama anda…?
31. Wo jiao budi, ni ne…? ( wo Jiao windu ni ne…?) 我叫 windu 你呢? Nama saya adalah windu, dan kamu…?
32. Dui buqi mafan ni …! ( tui pu ji mafan ni…!)对不起麻烦你 Maaf merepotkan kamu…!
33. Ruguo wo pei ni qu hao ma…? ( rukuo wo phei ni ju hao ma?) 如果我陪你去好吗。。。? Bagaimana kalau aku temani kamu pergi…?
34. Deng yixiar….! ( teng ii siar…!) 等一下人 Tunggu sebentar ya…!
35. Dangran…! ( tangran…!) 当然 Tentu saja…!
36. Ni qu nar…? ( ni ji nar…?) 你去哪儿? Kamu mau pergi kemana…?
37. Wo qu shichang mai yifu ( wo ji shechang mai iifu) 我去市场买衣服 Saya ke mall beli baju
38. Zhe jian yifu duoshao qian…? ( ce jien iifu tuoshao jien…?) 这 件 衣服 多 少 钱 Berapa harga baju ini…?
39. Zhe ge hen gui…! ( ce ke hen kui…!) 这 个 很 贵…! Mahal sekali…!
40. Gei wo pianyi yidianr…! ( kei wo pianyi ii tienr…!) 给我便宜哟点儿 Kasih murahan dikit dong…!